Posts

Showing posts from February, 2011

Struggle All The Way, Suffer All The Time

Image
Kali ini gua promosi, toh jarang-jarang juga kan? Apa yang selama ini gua kerjakan, yang sering juga gua ceritakan, inilah dia! Sebuah EP album yang sedang dalam proses. Targetnya sih akhir April nanti sudah bisa dirilis. Untuk promosi sendiri sih, gua rasa kita sudah cukup gencar, seperti yang bisa dibaca di http://bit.ly/iaIHGq . Untuk pengerjaan album sendiri, kira-kira sudah berjalan 60% dan kita pun sedang berusaha mengejar deadline yang sudah kita tentukan. Data lagu sebentar lagi masuk sesi mastering dan setelah kita menyelesaikan sesi foto, saat itu pula lah CD sudah siap diperbanyak. Untuk artwork sendiri, kita akan menggunakan figur Cerberus sebagai ikon kita. Kurang lebih, beginilah artwork -nya. Dan kalo kalian bertanya-tanya kenapa Cerberus yang kita pilih? Karena menurut sejarahnya, Cerberus yang berasal dari bahasa Yunani, Κέρβερος, artinya "Iblis dari liang", adalah makhluk dari mitologi Yunani, hewan peliharaan Hades . Cerberus sendiri digambarkan s...

Bersepeda Seharian

Jadi hari jumat kemarin, pukul 04.00, gua sudah bersiap di depan rumah dengan sepeda lipat yang gua pinjam dari nyokap gua, helm sepeda, jaket Corner, baju seragam, baju ganti, dan tas yang berisikan buku sekolah. Hari itu gua dan senior-senior gua berjanji untuk bersepeda bersama-sama ke sekolah. Rencananya, kita kumpul di Hoek, sebelum bersepeda bersama-sama menuju ke sekolah. Gua pun mulai bersepeda menuju ke tempat dimana gua dan salah seorang senior gua, Aldiw, berjanji akan bertemu, untuk bersama-sama bersepeda menuju Hoek. Ketika gua sampai disana, Aldiw pun sudah menunggu, akhirnya kita berdua langsung mulai bersepeda bersama menuju Hoek. Ternyata ketika sampai di Hoek, sekitar pukul 05.00, belum ada yang datang, ternyata kita hadir paling pertama. Akhirnya kita beristirahat dan menunggu yang lain datang. Satu per satu mulai berdatangan, ketika sudah lengkap, kita mulai bersepeda bersama-sama menuju sekolah. Gua baru sadar saat itu kalau gua satu-satunya junior, tapi gak masal...

Pekan Penyesalan

Pekan ini bisa dibilang gak ada obat, bener-bener penuh dengan sesal. Kalo waktu bisa diulang banyak banget yang gua rubah. Pas ulangan fisika hari senin kemarin, gua bener-bener menyesal. Terlalu sombong karena mengerti soal "Kalor terima sama dengan kalor lepas" gua pun ceroboh dan hasil dari kecerobohan gua adalah "450 dibagi 3 adalah 225", oke anak SD pun tau kalo gua salah. Kedua, dipecundanginya AC Milan oleh Tottenham Hotspur di San Siro, walaupun waktu bisa terulang, dalam hal ini, bukan gua yang harus merubah keadaan, tapi AC Milan yang harus memperbaiki itu semua, karena nyatanya mereka hanya bermain total di 45 menit terakhir. Ketiga adalah hari ini, gimana gua bisa nahan sesal yang 1 ini? Gua bersama kelas gua bertanding futsal melawan kelas yang sungguh diperhitungkan dalam ajang Liga 61, alhamdulillah babak pertama kita memimpin 2-1, babak kedua awal, kita menambah 1 gol lagi dan mengubah skor menjadi 3-1, tapi kita malah terlena lupa kalo kelas yang ...

Adaptasi Budaya

Seperti yang orang-orang terdekat gua tau, gua memang begitu terobsesi sama Jerman sejak kecil dan itulah alasan mengapa gua mengikuti kursus bahasa Jerman di Goethe Institut. Selain mengajarkan bahasa, Goethe juga mengajarkan budaya, seperti etika-etika dalam bertindak terhadap orang Jerman. Dengan modal itu semua, saat genap 1 tahun kursus di Goethe nanti, gua akan mengikuti program Sommerkurs di Goethe. Itu artinya sedikit-banyak gua harus mulai beradaptasi dalam setiap hal. Gua pun harus membiasakan diri, datang lebih cepat ketika ada janji dengan orang lain, membiasakan mencari alamat sendiri dengan kendaraan umum, dan hal-hal lain yang bersifat lebih mandiri. ‎​Kebetulan kota yang akan gua singgahi nanti adalah kota yang individu satu dengan individu lainnya suka berbaur dan tidak individual, jadi gua gak perlu mebiasakan diri untuk lebih individual, karena disana masyarakat juga sosialis seperti di Indonesia. Walaupun sejujurnya, gua suka menjadikan modus adaptasi ini sebagai ...

Sebuah Loyalitas tanpa Batas

Hari ini tanggal merah dan itu artinya gua gak harus pergi ke sekolah untuk belajar seperti hari-hari biasa, karena hari ini libur. Gua bersyukur atas liburnya hari ini, tapi gua merasa sepertinya gua masih butuh libur lagi di esok hari. Bukan apa-apa, permasalahannya adalah nanti pagi ada siaran langsung Liga Champions Eropa antara AC Milan melawan Tottenham Hotspur dan jika gua bersikeras untuk menyaksikan pertandingan tersebut, yang gua takut adalah keesokan paginya gua bangun telat untuk berangkat ke sekolah atau ngantuk saat belajar di sekolah, itu pasti. Mau gimana lagi? Berhubung gua sudah menjadi milanisti sejak kecil, gua merasa pasti ada yang kurang kalo gak menonton AC Milan bertanding, terutama di Liga Champions, walaupun gua juga jarang menonton Liga Serie A Italia (karena selalu disiarkan tengah malam), tapi setidaknya jangan sampe absen untuk mendukung AC Milan saat berlaga di Liga Champions, karena itu adalah sebagian kecil bukti loyalitas terhadap AC Milan. loyalitas ...

Mochi Valentine

Hari ini adalah hari valentine dan itu gak berarti apa-apa buat gua seperti tahun-tahun sebelumnya, karena kebetulan gua adalah salah seorang dari mereka yang gak merayakan. Gua juga bingung kenapa gua memberi judul postingan seperti ini, tapi biarkan ceritanya mengalir. Sabtu kemarin, gua dan Dion baru aja menyelesaikan take vokal untuk EP album, duet maut vokal kita sepertinya memang dinanti-nanti oleh para sahabat yang sudah lama menantikan gebrakan dari EP album kami haha, tapi sayangnya gua gak bisa nemenin Dion sampai dia selesai, karena gua udah dijemput buat acara keluarga di Sukabumi. Tanpa basa-basi, gua dan keluarga besar berangkat ke Sukabumi dan menginap semalam disana, sampai keesokan harinya, gua menuju Bogor dan di tengah perjalanan gua membeli kue mochi, yang awalnya kita pikir untuk oleh-oleh tetangga di sekitar rumah, tapi ternyata gak terasa setengahnya pun habis oleh gua seorang di perjalanan. Merasa gak pantas lagi untuk dijadikan oleh-oleh, akhirnya mochi itu ja...

Hoodie Kesayangan

Image
Gua punya sebuah hoodie pemberian dari bokap gua. Dberikan saat nilai UTS semester 1 kelas 3 SMP cukup memuaskan. Waktu itu, tepatnya gua masih berseragam Al-Azhar dan gua kurang mengerti apa alasan bokap gua menghadiahkan hoodie band Indonesia kesukaan gua saat itu. Sampai saat ini, hoodie itu tetap setia menemani gua, melindungi gua dari panasnya terik matahari, dan juga dinginnya angin malam. Sampai saat ini pun, gua sedang dalam perjalanan menuju Sukabumi bersama keluarga besar, hoodie ini tetap setia menemani gua. Mungkin hoodie ini adalah merupakan salah satu dari saksi, kalau ternyata gua perokok pasif, karena ibarat pribahasa, "Dimana pun gua berpijak, disitulah gua memakai hoodie ini.". Jadi secara gak langsung, hoodie ini selalu menjadi pelindung ketika lingkungan mulai gak bersahabat. Gua yang gak merokok, selalu bersembunyi dibalik halusnya hoodie ini, ketika ada yang merokok di sekitar gua. Gua gak pernah menghindar, karena mereka yang merokok adalah tema...

Kabar Buruk

Hari ini memang hari libur dan harusnya itu mendukung untuk terciptanya sebuah kegembiraan, tapi apa yang memulai hari ini, hanya merusak sepanjang hari ini. Gua baru membuka mata dan bangun dari tidur lelap gua, gua sudah mendapatkan kabar yang merusak suasana hati. Sebuah pesan singkat dari Lian Mipro (Agen dari Promotor Deep Insight) yang berisikan " Dear all , Konser Miss May I dibatalkan karena ada badai salju di Ohio. Untuk pengembalian uang tiket akan ditransfer. Silahkan SMS no rek BCA. Terima Kasih.". Rasanya sudah gak ada semangat lagi untuk melakukan apa pun hari ini. Padahal Levi Benton, vokalis Miss May I sendiri, menulis sesuatu di akun Twitter, " The shows are NOT canceled! They are postponed for later dates. We will be there soon. I feel so bad and please know there's nothing we can do. ". Gua masih kecewa, karena konsernya betul-betul dibatalkan total, karena sebenarnya masih ada harapan untuk mendatangkan mereka dari Ohio, walaupun harus menun...

Menikmati Malam

Ini sudah hampir larut malam dan gua baru saja sampai rumah, sepulang kursus bahasa Jerman di Goethe Institut. Cukup melelahkan memang dalam menjalani rutinitas sehari-hari di masa SMA ini, tapi di perjalanan pulang tadi, gua teringat akan sebuah kabar baik. Minggu ini, sekolah sedang padat-padatnya acara, belum ditambah fokus mereka terhadap siswa kelas 3 yang semakin mendekati kelulusannya, dan itu memberikan dampak kepada kita, para siswa kelas 1, jadwal kita agak sedikit terganggu, sehingga minggu ini kita banyak meninggalkan kegiatan belajar-mengajar efektif di sekolah, atau belajar di rumah. Ini sedikit nafas lega buat kita, seluruh siswa kelas 1, di tengah padatnya rutinitas dan masa adaptasi yang gak kunjung berakhir terhadap masa SMA, kita diberi nafas lega untuk kembali bangun siang seperti saat liburan, bermain seperti saat liburan, dan semua hal lainnya seperti saat liburan dulu. Itu artinya gak perlu khawatir lagi malam ini untuk tidur terlalu larut, gak perlu khawatir la...

Monster Kecil

Image
Semenjak kepergian kakak gua untuk kuliah di luar kota, gua merasa cuma sebatang kara di rumah, khususnya di lantai atas. Masalahnya, selain bokap gua yang sibuk kerja sehari-hari, nyokap gua pun gak selalu ada di rumah, karena semua orang juga punya kesibukan masing-masing. Dulu, gua selalu melepas kepenatan sepulang sekolah bareng kakak gua, tapi semenjak dia kuliah di luar kota, gua pun gak punya temen lagi di rumah, sampai akhirnya di depan rumah, ada tetangga baru dan dia punya anak laki-laki berusia sekitar 2,5 tahun. Seperti yang kita semua tahu, anak berumur segitu sedang lucu-lucunya, bukan? Namanya Ridzil, sekarang dia seperti adik gua sendiri, karena gua selalu menemani dia bermain dan dia juga selalu datang pas gua kesepian. Pagi ini contohnya, rumah gua sudah kosong, ketika gua baru bangun tidur. Keluarga gua semua sudah berangkat ke sebuah acara pernikahan dan meninggalkan gua yang masih tidur. Sebagai manusia biasa, tentu gua merasa bosan dan kesepian, gua pun bermain P...

Warna Hidup

Image
Semakin berwarna saja hidup ini, sekali lagi, walaupun semuanya berjalan gak 100% sesuai yang gua inginkan, tapi gua sudah cukup mensyukuri hidup ini. Tepatnya sehari kemarin, hari kamis, yaitu ketika tahun baru imlek, kegiatan belajar-mengajar di sekolah diliburkan. Gua memulai hari dengan belajar kimia. Gak terasa waktu berjalan dengan cepat, hari pun mulai siang, bokap dan nyokap gua entah mau pergi kemana, tapi mereka meninggalkan uang dan menyuruh gua untuk mencuci motor. Ketika mereka pergi, gua pun mencuci motor sendiri, agar uang untuk mencuci motor itu bisa gua tabung. Selesai mencuci, gua lelah dan akhirnya tertidur di kamar orang tua dengan Jaket Corner sebagai bantal. Ketika terbangun, gua sudah gak berbantalkan apa pun dan betapa kagetnya gua melihat bokap gua sudah memakai jaket yang seharusnya menjadi bantal gua tidur tadi, seakan muda, dia pun berpose, sedikit gak percaya, gua menampar pipi, dan gak lama dia menyuruh gua, "Foto papa deh, kayaknya gagah nih!"....

Köln

Sepertinya, hidup gua mulai berwarna. Mulai terasa, walaupun gak sepenuhnya semua yang gua mau terkabul, tapi itulah hidup. Kalau hidup gak ada masalah, apa bedanya dengan mati? Selasa kemarin, sepulang sekolah, seperti biasa, gua langsung menuju ke Menteng, untuk kursus bahasa Jerman di Goethe Institut, yang memang jadwalnya rutin setiap hari selasa dan kamis, tapi kali ini sedikit berbeda. Saat dijemput, ternyata bokap gua membawakan sekotak makanan. Bagi gua, itu sudah cukup sampai makan malam, sehingga ketika istirahat, gua pun gak merasa lapar seperti biasanya. Jadi, gua putuskan untuk mengajak salah seorang teman untuk bertanya-tanya tentang program Sommerkurs , yang akan diadakan bulan Juni ini. Gua menanyakan sebuah kota yang bagus untuk edukasi dan tentunya punya banyak hal yang menarik untuk dikunjungi. Sejak dari awal, pilihan gua selalu berubah-ubah, mulai dari Hamburg, Hannover, Bremen, dan sampai akhirnya sekarang gua menemukan kota yang paling pas dengan kriteria yang g...