Posts

Showing posts from March, 2011

Pengalaman Baru yang Liar

Kemarin adalah hari yang abstrak, sebenarnya merupakan hari paling liar juga dalam hidup gua. Jadi, rencananya gua bersama Kevin dan Arvel mau ke Bintaro dengan kendaraan umum yang elegan dan nyaman, yaitu dari Trans Kemang Pratama sampai Ratu Plaza, lalu dilanjut dengan Trans Bintaro. Rencana pun tiba-tiba berubah, demi menghemat pengeluaran, kita pun memutuskan untuk naik Bus AC05 menuju Ratu Plaza, agar menghemat ongkos, dari Ratu Plaza baru dilanjut naik Trans Bintaro. Kita pun naik Bus AC05. Ketika di tol, ternyata ada sedikit masalah. Ban busnya pecah! Akhirnya bus pun segera menepi ke pinggir tol dan semua penumpang turun. Disitu kita yang dikejar waktu, tanpa pikir panjang, langsung berlari menuju Ratu Plaza, untungnya di dekat Semanggi, kita melihat Bus Kopaja 66 lewat, akhirnya kita naik Bus Kopaja 66 sampai Blok M. Sesampainya di Terminal Blok M, kita melupakan Trans Bintaro yang sudah lewat dan baru lewat lagi 2 jam kemudian. Akhirnya dari Blok M, kita sepakat untuk lanjut...

Nasehat dari Om Indra

Sebenarnya, gua mau menulis ini dari minggu lalu, tapi berhubung gua baru sempat, akhirnya gua pun menulis ini sekarang. Hanya mau sedikit berbagi nih, jadi waktu hari pertama mixing di Studio Bintaro, Om Indra Malelo, salah seorang yang ikut membantu gua mewujudkan EP album A Road To Mayhem, bercerita sedikit banyak tentang hidup ini. Semua orang juga pasti heran sama pemikiran Om Indra, dia lulusan Musicians Institute di Los Angeles, tapi dia tetep bersikeras untuk bertahan pada aliran Death Metal, yang sebenarnya, bisa dibilang kurang menjanjikan bagi pasar. Dia benar-benar seorang idealis sejati. Maka dari itu, begitu gua membawa A Road To Mayhem ke dia, dia menerimanya dengan senang hati, karena dia cukup salut ada 4 anak SMA, kelas 1 pula, yang sudah berani berkarya, tanpa memikirkan apapun. Sebenarnya, ini gak luput dari dukungan orang-orang terdekat, seperti orang tua, teman-teman, dan lain sebagainya. Sekarang ini, musik yang mudah diterima saja susah untuk menjadi tenar, ap...

Hari Ulang Tahun Bokap

Hari ini dimulai dengan rasa gelisah akibat ulangan kimia, entah mengapa belakangan ini gua sangat merasa dihantui oleh ulangan kimia dan itu sangat gak nyaman. Apapun yang terjadi, gua tetap harus melewati hari ini seperti biasa. Gua belajar dan beraktivitas seperti hari-hari biasa, penat sejujurnya, tapi dinikmati saja. Setelah pulang sekolah, gua pun ekskul futsal, dan gua meminta tolong bokap gua untuk menjemput setelah gua setelah selesai ekskul, karena bokap gua juga sekalian pulang dari kantor. Setelah selesai futsal, akhirnya bokap gua datang untuk menjemput, kita pun bergegas pulang. Di jalan, nyokap gua memberitahu lewat BBM bahwa di rumah banyak orang berdatangan memberi kue ulang tahun, disitu gua baru sadar bahwa hari ini bokap ulang tahun! Gua pun tanpa pikir panjang langsung mememberinya selamat. Sesampainya di rumah, kita disambut oleh Ridzil yang sedang main di rumah, akhirnya kita membuat pesta kecil-kecilan. Cukup menghibur di tengah-tengah padatnya rutinitas yang ...

Ulang Tahun

Gua terbangun pagi ini, siap-siap untuk berangkat sekolah seperti biasa, tanpa ingat atau pun ada yang mengingatkan kalau ternyata hari ini gua ulang tahun! Gua lupa hari ini adalah tanggal 14 Maret. Sampai akhirnya di jalan, gua melihat HP dan semua orang ramai mengucapkan selamat ulang tahun, gua juga baru ingat kalau hari ini gua genap berusia 16 tahun. Gua mulai membalas semua ucapan, satu per satu. Ketika akhirnya sampai di kelas pun, gua masih harus terus membalas ucapan mereka semua. Agak melelahkan memang, tapi bukan itu intinya, gua harus belajar, karena gua belum belajar semalam, akibat asik menonton Film  Spy Kids . Untungnya pelajaran pertama bahasa Jerman, jadi gua masih bisa belajar Geografi dan Pendidikan Kesehatan ketika istirahat, walaupun akhirnya gua gak belajar juga, karena harus mengerjakan tugas Ekonomi yang hari ini harus dikumpulkan. Akhirnya, bel pulang pun berbunyi, gua mau mencoba kabur pulang awalnya. Gua cari salah seorang teman gua, Unggul, yang serin...

Inovasi Baru

Image
Saatnya kita membahas sesuatu yang menarik. Akhir-akhir ini gua lagi suka dengerin beberapa band baru yang gak asing. Maksudnya band baru yang dengan personil orang-orang lama. Banyak musisi yang melakukan gebrakan baru seperti ini. Sudah gak aktif di band lama, tapi merasa masih produktif, atau mungkin bosan dengan band utamanya, akhirnya membuat suatu inovasi terbaru. Dari sekian banyak, beberapa yang akan gua bahas 1. Them Crooked Vultures " This is not a band, but this is The Band of Gods!" . Bayangkan gebukan drum full power dari Nirvana , berkolaborasi dengan melodi gitar dari Queens of The Stone Age , dengan tempo yang dijaga oleh suara bass dari Led Zeppelin . Seperti apa musik yang akan dihasilkan? Pastinya akan sangat berkualitas.  Them Crooked Vultures terbentuk di pertengahan 2009, dan hanya beranggotakan 3 personil, namun mereka semua seperti Dewa: Josh Homme (Queens Of The Stone Age), David Eric Grohl (Nirvana), dan John Paul Jones (Led Zeppelin). Wal...

Ujian Tengah Semester Menghantui

Gua terbangun dari tidur gua tanpa ingat entah apa yang terjadi semalam, sampai akhirnya gua bisa tertidur di atas sajadah di kamar nyokap gua, tempat dimana biasanya nyokap gua solat. Mungkin itu efek samping dari rasa lelah gua, karena sebenarnya hari ini pun gua masih belum bisa bernafas lega, ulangan tengah semester belum berakhir. Untungnya jadwal mixing diundur jadi hari rabu besok karena jujur aja, jangankan orang tua gua yang kasian atau bahkan gak suka kalo gua ke studio hari sekolah, gua sendiri pun juga merasa capek dan terganggu, mengingat gua sedang menghadapi ulangan tengah semester dan harus belajar. Sepertinya ulangan tengah semester berhasil membuat hidup gua terjebak di kurikulum tingkat satuan pendidikan di Indonesia. Awalnya, gua sempet merasa sedikit teradili ketika mendengar informasi bahwa akan libur 1 pekan setelah ulangan tengah semester berakhir, tapi nyatanya, kemarin ketika dibagikan lembar pengumumannya, kita masih tetap belajar efektif, walaupun memang d...

Potong Rambut

Mengingat sebentar lagi akan diadakan Ujian Tengah Semester di SMAN 61, gua pun berencana untuk potong rambut sore ini setelah kembali dari Photo Session. Setelah potong rambut, sekarang rambut gua sudah kembali rapih. Gua sedikit jera melanggar peraturan sekolah, jadi gua pikir lebih baik berkorban sedikit, siapa tau nanti di rapot semester 2, nilai afektif gua bisa membaik. Sebenernya, gua gak mau membahas itu semua, yang gua mau bahas adalah tragedi yang terjadi saat gua di tempat potong rambut tadi. Saat gua meminta untuk potong pendek, si tukang cukur pun heran, karena biasanya, bahkan dari kecil, gua paling susah untuk mau potong rambut pendek. Sebenarnya, ini sih efek samping dari bayang-bayang wali kelas yang selalu menghantui. Singkat cerita, rambut gua sudah selesai dipotong. Gua mencoba untuk meminta sedikit bonus dari dia, gua meminta agar jenggot gua juga dicukur. Entah dia senang mencukur jenggot orang, atau memang dia menganggap gua langganan (karena dari kecil selalu p...

Sesi Foto

Image
Alhamdulillah rencana hari ini berhasil, tadi pagi sekitar pukul 06.30, gua bangun tidur dan langsung bergegas mandi, karena ternyata Qiqi, sang fotografer, datang lebih cepat daripada yang diharapkan, yaitu pukul 07.15. Gua pun bergegas menjemput Qiqi setelah selesai mandi, di jalan pun gua bertemu Abe dan Dion, sangat aneh rasanya melihat mereka pun bisa datang tepat waktu. Gua suruh mereka untuk menunggu di rumah gua dulu. Setelah gua, Qiqi, Dion, dan Abe di rumah, gua putuskan untuk langsung saja memulai sesi foto per personil yang memang berlokasi di kamar depan kamar gua atau lebih tepatnya secara garis besar masih di dalam rumah gua, dengan konsep Drown In Black . Dion pun membuka sesi foto per personil ini, dan inilah hasilnya Agak tengil dan memang selalu begitu, berikutnya Abe Sungguh mengerikan, seperti preman daerah Banjir Kanal Timur. Berikutnya gua sendiri Tunggu sebentar deh, kayaknya ada yang kurang ya? Kevin! Kita bertiga sudah siap untuk lanju...

Di Balik Sebuah Nama

Hari ini gua bangun dengan badan yang remuk-remuk rasanya, mungkin ini merupakan sisa dari seharian kemarin yang baru terasa sekarang, betapa sangat melelahkannya rutinitas kemarin. Gua bangun untuk solat shubuh, setelah itu kembali terjatuh ke kasur dan bersembunyi di balik selimut, karena gak kuat untuk langsung beraktivitas. Baju yang semalam gua kenakan untuk makan malam bersama keluarga di Bulungan pun belum gua lepas. Barulah ketika saudara-saudara gua mau berpamitan untuk pulang, gua terbangun dan ikut mengantarkan mereka sampai depan rumah. Setelah itu, gua mempersiapkan segala sesuatu untuk photo session untuk EP album besok. Kurang lebih seperti itu kejadian di pagi ini. Untuk persiapan besok, sepertinya semuanya sudah dipersiapkan, tapi ada yang kurang, yaitu kain hitam untuk latar foto per personil. Bokap gua pun membantu gua untuk mencarikannya, gua pun bergegas mandi, dan kemudian menuju Rawalumbu untuk mencarinya. Ketika di jalan, gua hanya ingin mencoba menciptakan su...

Kembali Berdebat

Mungkin kalau dilihat dari judulnya, seperti gua sedang mengalami konflik dengan sesorang, sehingga gua harus berdebat dengan orang yang bersangkutan ini. Maksud dari judul tersebut adalah kembalinya gua hari ini dalam latihan debat bersama SMAN 61 Jakarta English Debate Team. Gua berangkat sekolah pagi ini dengan bersepeda lagi, tapi kali ini bersama teman-teman seangkatan. Jujur, gak seseru bersama para senior waktu itu, karena kita berkumpul di pom bensin dekat sekolah, jadi gak terasa sensasi bersepedanya, jauh dibandingkan jika bersama para senior waktu itu, bersepeda dari Hoek saat masih pagi buta sekitar 2 km menuju sekolah, itu baru lebih terasa sensasi bersepedanya. Walaupun gua gak terlalu capek dan gak terlalu menikmati bersepeda ke sekolah hari ini, tetap saja gua dibuat lelah oleh olahraga yang ternyata hari ini adalah tes kebugaran fisik, untungnya hasil tes gua gak begitu jelek, walaupun dampaknya sekarang badan gua rasanya seperti rontok. Ketika bel pulang berbunyi, le...

Memasuki Bulan Maret dengan Banyak Hal di Dalamnya

Gua baru saja pulang dari hari pertama sekolah di bulan baru, yaitu bulan Maret. Menurut gua, bulan ini adalah salah satu bulan yang memiliki momen-momen penting di dalamnya. Di bulan ini, gua berulang tahun. Pada awalnya, target rilis EP A Road To Mayhem juga di bulan ini, tapi karena beberapa kendala, kita harus mengundurnya menjadi April. Gua gak terlalu berharap banyak buat bulan Maret di tahun ini, gua hanya berharap setiap hal yang gua lakukan bisa jadi yang terbaik di bulan ini. Masih tentang bulan Maret, pendaftaran Sommerkurs  juga mulai buka di bulan ini! Haha senangnya 3 bulan lagi insya Allah gua menghabiskan sedikit waktu dalam hidup gua di Jerman. Gak sabar rasanya untuk menambah pengalaman baru disana. Mungkin itu saja yang mau gua tulis petang ini, gua ada kursus bahasa Jerman.