Posts

Pengalaman Memalukan

Gua teringat pengalaman memalukan gua, ketika kelas 1 SMP dulu. Waktu itu di tengah pelajaran matematika, tiba-tiba gua mau buang air besar. Gua pun minta izin ke guru untuk ke toilet. Setelah itu, gua berlari ke toilet, karena rasanya sudah gak bisa ditahan. Gua masuk ke bilik toilet dengan cepat dan melakukan yang harus gua lakukan. Di saat gua lagi konsentrasi, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, dan suara banyak perempuan masuk ke dalam toilet. Gua pun panik saat itu juga. Gua coba mengintip sedikit keluar bilik, ternyata benar banyak kakak kelas perempuan. Gua salah masuk toilet, itu toilet perempuan! Gua sudah gak bisa fokus untuk melanjutkan buang air besar, yang gua pikirkan saat itu hanya cara keluar dari sana. Gua coba tenang sejenak dan berpikir, akhirnya gua putuskan untuk keluar, ketika sudah gak ada orang. Gua tunggu mereka selesai ganti baju (kebetulan mereka baru selesai pelajaran olahraga). Sesekali mereka bertanya, "Ada orang ya di dalem?", yang membua...

Ketika Impian Menjadi Rencana

2 tahun menghilang, hari ini gua mau mulai menulis lagi, yang berarti ini adalah tulisan pertama yang gua tulis di blog ini, sejak gua sarjana. Alhamdulillah, gua sudah menyelesaikan studi di UGM selama 3,5 tahun. Mungkin banyak cerita yang sebenarnya bisa gua ceritain, tapi sayangnya terlewatkan begitu saja. Kali ini, gua mau bahas impian gua, yang sebenernya sudah gak boleh dibilang impian lagi, melainkan rencana. Seperti yang kita semua tahu, tantangan terbesar mahasiswa adalah menentukan apa yang akan mereka lakukan setelah lulus. Menurut gua, jawabannya bisa dipetakan menjadi 3: Academic , Business , dan Government, yang disingkat menjadi "ABG". Academics, biasanya dekat dengan pendidikan. Jalur ini adalah jalur orang-orang yang memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya untuk mengajar dan melakukan penelitian. Business, ini adalah jalur yang paling banyak dipilih orang-orang pada umumnya. Bekerja di korporat atau membuka usaha sendiri, dengan satu tujuan yang sama: profi...

Mencoba Bijak

Lagi-lagi untuk yang kesekian kalinya, hampir setahun gua meninggalkan blog ini. Terlalu banyak cerita yang bisa gua bagi, sampai bingung harus mulai dari mana. Mungkin salah satu hal besar yang bisa gua bagi pada tulisan kali ini, adalah tahun 2015 ini gua diamanahi teman-teman di kampus untuk menahkodai organisasi besar di kampus gua, yang dikenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, atau kerap disingkat BEM FEB UGM. Sampai saat ini, gua sudah memasuki setengah periode menjabat dan tersisa setengah periode lagi. Banyak sekali pelajaran yang gua dapat disini, terutama tentang menjadi seorang pemimpin. Dahulu gua mengira, menjadi seorang pemimpin adalah tentang menyusun visi-misi dan hal strategis lainnya yang baik, namun jauh daripada itu, ada beberapa hal sebenarnya terjadi ketika kita menjadi seorang pemimpin. 1. Bertanggung jawab. Setiap orang harus bisa bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri, namun itu gak cukup untuk ...

Malam Syahdu

Semalam adalah malam yang cukup syahdu. Hari ini sudah memasuki lebaran sebenarnya, tapi gua mau sedikit bercerita tentang semalam. Malam takbiran kali ini, gua memutuskan untuk gak keluar rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ba'da Isya, gua bermain kembang api bersama Wahyu. Keluarga gua yang lain pun ikut menemani kita bermain. Benar-benar suatu momen yang jarang terjadi. Dulu, orang tua gua menemani gua dan kakak gua bermain kembang api saat gua masih duduk di bangku SD, tapi malam ini hal itu terulang kembali dan gua seakan terbawa nostalgia. Kemudian, ketika sudah mulai larut, gua merasa lapar. Akhirnya, gua keluar rumah dan membeli nasi goreng yang sudah lama gak gua beli. Semasa SMA dulu, gua selalu disambut nasi goreng ini, kalau pulang dari kursus bahasa Jerman, karena setiap kursus bahasa Jerman, gua pasti sampai rumah sudah larut malam dan makanan sudah habis. Semalam, gua kembali menikmati nasi goreng ini, sambil menonton film Anchorman di laptop gua. Betapa...

Jarang Terjadi

Tahun ini adalah tahun yang cukup unik, karena tepat pada bulan Juli ini, 3 hal besar terjadi secara bersamaan, khususnya di Indonesia. 3 hal tersebut ialah Bulan Ramadhan, Piala Dunia, dan Pemilihan Presiden. Mungkin, kalau hanya Pemilihan Presiden yang bersamaan dengan Piala Dunia, pernah terjadi sekitar 20 tahun yang lalu (saat masih era orde baru, dimana Pemilihan Presiden hanya formalitas katanya, gua pun belum lahir waktu itu), namun bersamaannya Bulan Ramadhan dengan Piala Dunia dan Pemilihan Presiden ini, menambah suasana semakin unik. Entah hal ini pernah terjadi sebelumnya atau ini merupakan yang pertama kali. Dengan berlangsungnya 3 hal besar ini secara bersamaan, banyak sekali kejadian-kejadian yang menyebabkan sebuah dilema, contohnya para simpatisan masing-masing capres yang biasanya beradu argumen serta persperktif mereka, kali ini harus menahan emosi dan dituntut untuk bersabar karena sedang menjalankan ibadah puasa, kemudian muncul pula keraguan untuk menyaksikan pert...

Berkumpul Kembali

Image
Gak terasa sudah hampir setahun, gua gak bikin tulisan semenjak kelulusan SMA dan awal masuk kuliah. Sebenarnya gak ada alasan untuk gak nulis, hanya masalah waktu dan niat yang gak mendorong gua untuk membuat tulisan. Yang terpenting adalah sekarang akhirnya gua masih bisa kembali menulis dalam keadaan sehat, setelah 1 tahun lamanya menghilang. Selama 1 tahun gua gak berbagi cerita tentang keseharian yang gua lewati seperti dulu, selama itu pula gua belum bertemu lagi dengan beberapa teman SMA. Total teman seangkatan gua di SMA kira-kira lebih dari 200 orang. Mungkin beberapa di antara kita, merindukan saat-saat kebersamaan dan bertanya-tanya apakah ada momen yang dapat mempertemukan kita semua. Gua, yang pada masa SMA terbilang kurang mengenal banyak teman dan hanya bermain dengan beberapa kalangan, sebenarnya gak merasa butuh akan momen bersama ini. Toh, gua selalu berfikir, setiap liburan gua masih sering bermain bersama sahabat-sahabat gua di SMA dulu di Hoek. Namun, pada suatu w...

Menyaksikan Sejarah

Image
Pada tahun 1993, sebuah band dengan genre thrash metal datang ke Jakarta. Pada saat itu, mereka mengadakan konser di Lebak Bulus yang (bisa dibilang) kapasitasnya gak terlalu banyak, apalagi untuk menampung orang-orang yang penasaran dengan band unik ini. Akhirnya terjadilah kerusuhan, orang-orang mengamuk akibat gagal masuk untuk menyaksikan konser ini. Band tersebut adalah Metallica, sebuah band yang membuat semua tragedi itu terjadi. 2 tahun setelah tragedi ini, gua lahir. Gua tumbuh berkembang seiring jalannya waktu, sampai akhirnya takdir membuat gua mengenal Metallica, jauh dan lebih jauh. Kemarin pada 25 Agustus 2013, Metallica kembali mengadakan konser di Jakarta, setelah 20 tahun. Gua yang seharusnya ke Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan-kegiatan menjelang ospek kuliah, bersikeras untuk tetap bertahan di Jakarta dan menyaksikan konser ini. Gua membeli tiket sebulan sebelum konser ini berlangsung. Sejak membeli tiket, otak gua terus berfikir bagaimana caranya supaya bisa meno...

Hidup Akan Terus Berjalan

Seorang sahabat bilang kalo menulis itu gak perlu nunggu momen bagus untuk ditulis dengan harapan tulisannya akan mejadi " wah ", cukup tulis apa yang ada di pikiran aja, karena bisa jadi hasilnya lebih baik daripada tulisan-tulisan mengenai momen bagus yang kita tunggu-tunggu tersebut. Berarti sekarang gua harus nulis apa yang ada di dalam pikiran gua. Yang ada di pikiran gua malam ini adalah rasa takut. Rasa takut akan menghadapi hari esok, rasa takut akan tumbuh dewasa, rasa takut akan meninggalkan rumah beserta isinya, rasa takut akan pisah dari orang tua, dan lain-lain. Rasa takut ini muncul karena semua penyebab rasa takut yang gua sebutkan tadi benar-benar akan gua alami sebentar lagi. Tepat sebulan dari hari ini, gua akan pindah ke Yogyakarta dan menetap disana selama kira-kira 4 tahun untuk menimba ilmu. Jujur, gua belom siap untuk pindah kesana, hidup disana sendirian, tapi itu tantangan yang akan gua hadapi. Mau gak mau, gua harus melewati fase ini dalam hidup gua...

Ramadhan Karim

Marhaban ya Ramadhan ! Gak terasa sudah memasuki bulan puasa lagi. Bulan yang identik dengan "buka bersama", "sahur on the road ", dan lain sebagainya. Banyak yang sudah berubah pada Ramadhan kali ini. Maklum ya bulan puasa sebelum-sebelumnya, gua masih duduk di bangku sekolah. Kali ini sudah menjadi calon mahasiswa. Kedewasaan pun rasanya mulai ikut menyertai bulan puasa kali ini. Puasa yang sebenar-benarnya puasa pun pelan-pelan mulai gua amalkan. Biasanya, puasa cuma menahan lapar dan haus, tahun ini harus bisa lebih dewasa. Menahan perbuatan-perbuatan yang merusak amal puasa, emang susah, tapi kalo pelan-pelan insya Allah bisa. Walaupun demi menahan, akhirnya gua selektif dalam melakukan sesuatu dan akhirnya dilanda rasa bosan, yang penting puasanya (insya Allah) tetap afdol . Ramadhan kali ini juga semoga bisa jadi ladang amal yang besar, kebaikan-kebaikan yang belum sempat gua lakuin sebelumnya, semoga bisa gua lakuin di Ramadhan kali ini. Semoga teraweh juga...

Tuhan Punya Rencana Misterius

Image
Dalam rangka menepati janji, gua kembali menulis. Alhamdulillah, saat ini gua sudah berstatus mahasiswa di Universitas Gadjah Mada. Keliatannya mudah ya? Cukup menghilang dan kembali lagi beberapa bulan kemudian dengan menyandang status tersebut. Sejujurnya, terlalu banyak perjuangan dan doa yang gak gua ceritatain disini. Banyak yang bilang, gua emang termasuk orang yang beruntung dalam hal ini. Di saat banyak teman-teman lain, yang jauh lebih pintar dari gua, masih harus berusaha berjuang, gua sudah bisa bernafas lega. Gua bersyukur akan hal yang telah gua raih ini. Gua ingat betul ketika Tuhan menunjukkan kebesarannya di titik terendah gua, tapi bukan berarti gua puas sampai disini, gua masih punya banyak cita-cita lain yang lebih besar. Begitu sah menjadi Sarjana nanti, tekad gua adalah berhenti dibiayai oleh orang tua dan mewujudkan impian-impian gua di atas kekuatan gua sendiri. Gua kembali tersadar bahwa Tuhan punya rencana misterius. Ketika mendaftar, gua memilih...