Pengalaman Memalukan
Gua teringat pengalaman memalukan gua, ketika kelas 1 SMP dulu. Waktu itu di tengah pelajaran matematika, tiba-tiba gua mau buang air besar. Gua pun minta izin ke guru untuk ke toilet. Setelah itu, gua berlari ke toilet, karena rasanya sudah gak bisa ditahan. Gua masuk ke bilik toilet dengan cepat dan melakukan yang harus gua lakukan. Di saat gua lagi konsentrasi, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, dan suara banyak perempuan masuk ke dalam toilet. Gua pun panik saat itu juga. Gua coba mengintip sedikit keluar bilik, ternyata benar banyak kakak kelas perempuan. Gua salah masuk toilet, itu toilet perempuan! Gua sudah gak bisa fokus untuk melanjutkan buang air besar, yang gua pikirkan saat itu hanya cara keluar dari sana. Gua coba tenang sejenak dan berpikir, akhirnya gua putuskan untuk keluar, ketika sudah gak ada orang. Gua tunggu mereka selesai ganti baju (kebetulan mereka baru selesai pelajaran olahraga). Sesekali mereka bertanya, "Ada orang ya di dalem?", yang membuat gua semakin panik. Gua gak bersuara sedikit pun ketika menunggu mereka semua selesai ganti baju. Sampai suara mereka sudah mulai gak terdengar lagi, gua coba mengintip lagi keluar bilik. Gua sudah gak melihat siapa-siapa di toilet. Gua pun mulai mengumpulkan nyali untuk keluar bilik dan langsung berlari, dan akhirnya gua keluar dari bilik. Setelah keluar dari pintu bilik, gua melihat 2 orang kakak kelas perempuan sedang ganti baju. Kita saling menatap sekitar 2 detik, dan gua rasa yang ada di dalam otak mereka, "Siapa ini?!", sampai akhirnya mereka teriak, "AAAAAAAAAARRRRRGGGGHHH!!!!!". Gua pun dengan lugunya, masih sempat mencoba meminta maaf, "Sorry, kak!" kemudian berlari. Gua pun kembali ke kelas dan gak berani keluar kelas sampai menjelang pulang. Gua masih kecil, jadi masih suka berpikir aneh-aneh. Gua takut kakak-kakak kelas itu, menganggap gua adik kelas mesum yang mengintip mereka, ketika ganti baju. Akhirnya, gua putuskan untuk bersembunyi. Benar-benar pengalaman memalukan, bahkan setelah 10 tahun, gua masih malu untuk mengingatnya.
Comments