Mencoba Bijak

Lagi-lagi untuk yang kesekian kalinya, hampir setahun gua meninggalkan blog ini. Terlalu banyak cerita yang bisa gua bagi, sampai bingung harus mulai dari mana. Mungkin salah satu hal besar yang bisa gua bagi pada tulisan kali ini, adalah tahun 2015 ini gua diamanahi teman-teman di kampus untuk menahkodai organisasi besar di kampus gua, yang dikenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, atau kerap disingkat BEM FEB UGM. Sampai saat ini, gua sudah memasuki setengah periode menjabat dan tersisa setengah periode lagi. Banyak sekali pelajaran yang gua dapat disini, terutama tentang menjadi seorang pemimpin. Dahulu gua mengira, menjadi seorang pemimpin adalah tentang menyusun visi-misi dan hal strategis lainnya yang baik, namun jauh daripada itu, ada beberapa hal sebenarnya terjadi ketika kita menjadi seorang pemimpin.

1. Bertanggung jawab.
Setiap orang harus bisa bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri, namun itu gak cukup untuk seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus mampu bertanggung jawab untuk perbuatannya sendiri dan juga untuk perbuatan kelompok, atau bisa dibilang untuk perbuatan orang lain, yang mungkin ia sendiri belum tentu memahaminya.

2. Memberi contoh dan menjadi role model
Seorang pemimpin adalah seseorang yang paling disorot oleh masyarakat, maka dari itu, apa yang dilakukan oleh pemimpin bisa jadi menginspirasi banyak orang. Bayangkan, kalau seorang pemimpin gak mempertimbangkan apa yang dilakukan. Dampaknya akan langsung terlihat pada masyarakat yang mencontoh perilakunya. Itu sebabnya, seorang pemimpin harus selalu hati-hati dalam bertindak.

3. Membangun profesionalisme dengan hati
Sebuah perusahaan yang profitable pasti memegang teguh nilai profesionalisme, yang memiliki tendensi pada hubungan transaksional. Sementara dalam organisasi kemahasiswaan, hal tersebut gak bisa sepenuhnya diberlakukan. Organisasi kemahasiswaan mayoritas gak memberikan bayaran kepada pengurusnya, seperti yang dilakukan oleh perusahaan bonafit, sehingga seorang pemimpin harus mampu memberi toleransi atas kesalahan yang diperbuat anggota organisasinya, karena organisasi adalah wadah untuk belajar dan berbuat kesalahan.

4. Mengabdi dan melayani
Menurut gua, yang satu ini adalah yang paling susah, karena butuh kebesaran hati yang luar biasa bagi seorang pemimpin untuk melakukan ini. Kebanyakan dari kita berfikir bahwa sukses itu diraih oleh diri sendiri dan didedikasikan untuk diri sendiri. Namun, seorang pemimpin memiliki sudut pandang yang berbeda. Seorang pemimpin harus mampu mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadinya, karena hal yang harus dimengerti oleh seorang pemimpin adalah bahwa sesuatu yang kita lakukan untuk diri kita sendiri, akan hilang bersama dengan kepergian kita, namun sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain atau masyarakat luas, akan menjadi legacy dan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

Mungkin itu yang bisa gua bagi pada sore hari ini, sama sekali gak ada niat untuk sok bijak, tapi semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat pada sore hari ini, sambil menunggu buka puasa.

Comments

Popular posts from this blog

Hiburan di Akhir Liburan

Tanpa Tujuan

Selamat Ulang Tahun Kembali Sahabat-sahabatku