Pengalaman Baru yang Liar
Kemarin adalah hari yang abstrak, sebenarnya merupakan hari paling liar juga dalam hidup gua. Jadi, rencananya gua bersama Kevin dan Arvel mau ke Bintaro dengan kendaraan umum yang elegan dan nyaman, yaitu dari Trans Kemang Pratama sampai Ratu Plaza, lalu dilanjut dengan Trans Bintaro. Rencana pun tiba-tiba berubah, demi menghemat pengeluaran, kita pun memutuskan untuk naik Bus AC05 menuju Ratu Plaza, agar menghemat ongkos, dari Ratu Plaza baru dilanjut naik Trans Bintaro. Kita pun naik Bus AC05. Ketika di tol, ternyata ada sedikit masalah. Ban busnya pecah! Akhirnya bus pun segera menepi ke pinggir tol dan semua penumpang turun. Disitu kita yang dikejar waktu, tanpa pikir panjang, langsung berlari menuju Ratu Plaza, untungnya di dekat Semanggi, kita melihat Bus Kopaja 66 lewat, akhirnya kita naik Bus Kopaja 66 sampai Blok M. Sesampainya di Terminal Blok M, kita melupakan Trans Bintaro yang sudah lewat dan baru lewat lagi 2 jam kemudian. Akhirnya dari Blok M, kita sepakat untuk lanjut naik Bus Kopaja 74 ke arah Organon dan melupakan rencana awal untuk naik Trans Bintaro yang nyaman. Kita pun menunggu di terminal, dimana cuaca angat panas dan preman berada di sekitar kita. Bisa saja sebenarnya kita dipalak seketika oleh beberapa dari mereka. Setelah cemas menunggu beberapa waktu, akhirnya datang juga Bus Kopaja 74, kita pun segera naik dan menuju ke Bintaro. Di bus inilah gua cukup takut. Gua juga bimbang, di satu sisi gua takut mengeluarkan HP karena banyak preman yang suka memalak, tapi di satu sisi lainnya gua harus mencari informasi kendaraan apalagi yang harus gua bisa membawa gua ke tempat tujuan setelah ini. Akhirnya gua putuskan untuk bertanya ke kondektur bus tersebut. Akhirnya kita disarankan untuk naik Angkot S08 yang ke arah sana. Tiba-tiba datang seorang pengamen yang kejiwaan sudah rada terganggu, datang dan mulai bernyanyi, seakan musiknya menjual dan meminta duit dengan sedikit memaksa. Dia menghampiri gua.
Pengamen : "Duit!"
Khrisna : "Maaf, Bang"
Pengamen : "Alah! Ini mah gak ada jiwa musik, tapi jiwa (maaf) kontol!"
Disitu gua agak emosi, tapi kondektur bus memberi gua isyarat untuk mengacuhkannya saja, buat apa juga meladeni orang yang gak punya akal sehat?
Gak lama kemudian, akhirnya kita sampai di Organon. Kita pun mengejar Angkot S08 yang kebetulan langsung lewat, ketika kita baru saja turun dari Bus Kopaja 74. Kita pun langsung menuju Sektor 3, tapi ketika sampai di Giant terjadi kejanggalan dalam perjalanan, kita baru tahu kalau angkot ini belok kiri, padahal sektor 3 masih lurus terus. Akhirnya kita pun turun dan melanjutkan dengan Angkot D09 dengan harapan angkot ini menuju Sektor 3, akhirnya kita beranikan diri untuk naik Angkot D09. Alhamdulillah benar saja, angkot ini berhenti tepat di depan tujuan kita, yaitu Studio Om Indra Malelo. Ketika sampai depan studio, gua baru sadar duit gua berkurang jauh lebih sedikit, dibandingkan naik kendaraan umum yang elegan dan nyaman, tapi gua baru ingat kalo gua gak membawa uang cukup untuk pembayaran mixing. Untungnya mereka baik dan memaklumi kita yang baru saja menjalani petualangan. Pengalaman hidup gua benar-benar bertambah sangat banyak.
Comments