Nasehat dari Om Indra

Sebenarnya, gua mau menulis ini dari minggu lalu, tapi berhubung gua baru sempat, akhirnya gua pun menulis ini sekarang. Hanya mau sedikit berbagi nih, jadi waktu hari pertama mixing di Studio Bintaro, Om Indra Malelo, salah seorang yang ikut membantu gua mewujudkan EP album A Road To Mayhem, bercerita sedikit banyak tentang hidup ini. Semua orang juga pasti heran sama pemikiran Om Indra, dia lulusan Musicians Institute di Los Angeles, tapi dia tetep bersikeras untuk bertahan pada aliran Death Metal, yang sebenarnya, bisa dibilang kurang menjanjikan bagi pasar. Dia benar-benar seorang idealis sejati. Maka dari itu, begitu gua membawa A Road To Mayhem ke dia, dia menerimanya dengan senang hati, karena dia cukup salut ada 4 anak SMA, kelas 1 pula, yang sudah berani berkarya, tanpa memikirkan apapun. Sebenarnya, ini gak luput dari dukungan orang-orang terdekat, seperti orang tua, teman-teman, dan lain sebagainya. Sekarang ini, musik yang mudah diterima saja susah untuk menjadi tenar, apalagi musik yang susah diterima, seperti A Road To Mayhem. Jadi, buat apa kita melakukan sesuatu yang kita gak suka, demi harapan yang kita tahu kemungkinan terwujudnya kecil. "Jangan sekali-kali mengharapkan untung dari EP yang kalian bikin ini, kalo perlu jadiin ini proyek rugi/amal dulu, biar aja kasih teman-teman kalian denger dulu. Nanti kalo mereka suka kan mereka yang bantu promosi dan kalian dari situ mulai bisa dikenal, kalian harus tahu, dikenal banyak orang itu harganya mahal loh, mulai dari dikenal baru banyak yang minat sama EP kamu akhirnya." Itulah sekiranya nasehat darinya. Gua juga bermusik pada dasarnya hanya pelampiasan dari salah satu hobi gua yang udah gak tertahankan, jadi biarkan ini berjalan apa adanya dulu aja, gua pikir.

Comments

Popular posts from this blog

Hiburan di Akhir Liburan

Tanpa Tujuan

Selamat Ulang Tahun Kembali Sahabat-sahabatku