Monster Kecil
Semenjak kepergian kakak gua untuk kuliah di luar kota, gua merasa cuma sebatang kara di rumah, khususnya di lantai atas. Masalahnya, selain bokap gua yang sibuk kerja sehari-hari, nyokap gua pun gak selalu ada di rumah, karena semua orang juga punya kesibukan masing-masing. Dulu, gua selalu melepas kepenatan sepulang sekolah bareng kakak gua, tapi semenjak dia kuliah di luar kota, gua pun gak punya temen lagi di rumah, sampai akhirnya di depan rumah, ada tetangga baru dan dia punya anak laki-laki berusia sekitar 2,5 tahun. Seperti yang kita semua tahu, anak berumur segitu sedang lucu-lucunya, bukan? Namanya Ridzil, sekarang dia seperti adik gua sendiri, karena gua selalu menemani dia bermain dan dia juga selalu datang pas gua kesepian. Pagi ini contohnya, rumah gua sudah kosong, ketika gua baru bangun tidur. Keluarga gua semua sudah berangkat ke sebuah acara pernikahan dan meninggalkan gua yang masih tidur. Sebagai manusia biasa, tentu gua merasa bosan dan kesepian, gua pun bermain Playstation sendirian, tapi tiba-tiba Ridzil datang, seakan tau gua sedang merasa kesepian. Seperti biasa, kita bercanda-bercanda, dan kali ini ada sesuatu yang berbeda, dia narsis banget. Apa boleh buat?

Gua foto dia dengan HP gua. Seakan belum puas, dia pun minta difoto dengan pose berbeda.

Masih belum puas, dia pun ngajak gua foto bareng.

Dan masih belum puas juga, dia pun memaksa gua buat foto bersama dengan gaya khasnya.

Haha gua pun ikut senang, karena akhirnya gua gak merasa kesepian lagi, dia seakan tahu kapan gua kesepian, dan saat itulah, dia pasti datang. Kebetulan gua anak terakhir yang agak merindukan kehadiran sosok adik, walaupun sebenernya gua gak terlalu menginginkan adik juga, karena anak terakhir adalah anak yang paling disayang (seperti yang gua rasakan saat ini hehe). Kalo gua punya adik, gua mau dia balita selamanya dan itu gak mungkin. Jadi, biarlah monster kecil bernama Ridzil ini yang menjadi sosok adik buat gua.
Comments