Mochi Valentine

Hari ini adalah hari valentine dan itu gak berarti apa-apa buat gua seperti tahun-tahun sebelumnya, karena kebetulan gua adalah salah seorang dari mereka yang gak merayakan. Gua juga bingung kenapa gua memberi judul postingan seperti ini, tapi biarkan ceritanya mengalir. Sabtu kemarin, gua dan Dion baru aja menyelesaikan take vokal untuk EP album, duet maut vokal kita sepertinya memang dinanti-nanti oleh para sahabat yang sudah lama menantikan gebrakan dari EP album kami haha, tapi sayangnya gua gak bisa nemenin Dion sampai dia selesai, karena gua udah dijemput buat acara keluarga di Sukabumi. Tanpa basa-basi, gua dan keluarga besar berangkat ke Sukabumi dan menginap semalam disana, sampai keesokan harinya, gua menuju Bogor dan di tengah perjalanan gua membeli kue mochi, yang awalnya kita pikir untuk oleh-oleh tetangga di sekitar rumah, tapi ternyata gak terasa setengahnya pun habis oleh gua seorang di perjalanan. Merasa gak pantas lagi untuk dijadikan oleh-oleh, akhirnya mochi itu jadi cemilan gua di kamar. Kebetulannya senin ini adalah hari kejepit nasional, dikarenakan selasa besok adalah tanggal merah jadi gak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah, jadi begitu pulang dari sekolah, gua pun langsung bersiap untuk hari libur besok dengan ditemani cemilan kue mochi valentine ini. Walaupun bukan pemberian dari orang spesial seperti di roman picisan, mochi ini cukup memperindah hari valentine yang gapernah indah buat gua haha karena pada dasarnya gua memang tidak merayakan. Sialnya, gua baru sadar jam 7 ini, gua ada janji ketemuan dengan orang yang akan menduplikasi EP gua nantinya. Bisa dibilang seseorang yang ikut mebantu proses pengerjaan EP album A Road To Mayhem, tapi sampai sekarang gua masih duduk disini, di depan komputer, dan belum bergerak sedikit pun. Oke, bye!

Comments

Popular posts from this blog

Hiburan di Akhir Liburan

Tanpa Tujuan

Selamat Ulang Tahun Kembali Sahabat-sahabatku