Pekan Penyesalan

Pekan ini bisa dibilang gak ada obat, bener-bener penuh dengan sesal. Kalo waktu bisa diulang banyak banget yang gua rubah. Pas ulangan fisika hari senin kemarin, gua bener-bener menyesal. Terlalu sombong karena mengerti soal "Kalor terima sama dengan kalor lepas" gua pun ceroboh dan hasil dari kecerobohan gua adalah "450 dibagi 3 adalah 225", oke anak SD pun tau kalo gua salah. Kedua, dipecundanginya AC Milan oleh Tottenham Hotspur di San Siro, walaupun waktu bisa terulang, dalam hal ini, bukan gua yang harus merubah keadaan, tapi AC Milan yang harus memperbaiki itu semua, karena nyatanya mereka hanya bermain total di 45 menit terakhir. Ketiga adalah hari ini, gimana gua bisa nahan sesal yang 1 ini? Gua bersama kelas gua bertanding futsal melawan kelas yang sungguh diperhitungkan dalam ajang Liga 61, alhamdulillah babak pertama kita memimpin 2-1, babak kedua awal, kita menambah 1 gol lagi dan mengubah skor menjadi 3-1, tapi kita malah terlena lupa kalo kelas yang dihadapi adalah kelas yang cukup berbahaya, akhirnya kita pun kecolongan 2 gol di 20 detik terakhir dan kita hanya mendapat point 1 karena hanya mendapatkan hasil seri. Sudah cukup kesialan dan penyesalan yang terjadi minggu ini, gua harus menyudahi semua ini, dan memberikan yang terbaik dalam segala hal di hari berikutnya dalam pekan ini. Cukup sekian tulisan di senja ini, gua harus masuk kelas dulu di Goethe. Oke, bye!

Comments

Popular posts from this blog

Hiburan di Akhir Liburan

Tanpa Tujuan

Selamat Ulang Tahun Kembali Sahabat-sahabatku