Banjir Melanda
Hari ini adalah hari pertama dari ujian try out pertama di sekolah. Semalam suntuk gua sudah belajar untuk mempersiapkan diri, mengulang pelajaran yang mungkin sudah agak lupa. Sampai akhirnya, gua pun tertidur dan terbangun tadi pagi oleh hujan deras dan cuaca yang cukup dingin. Lebih cocok untuk dilanjuti tidur memang sepertinya, dibanding untuk keluar rumah, apalagi beranjak ke sekolah, tapi hari ini adalah hari yang cukup krusial dalam proses persiapan menghadapi Ujian Nasional yang gak lama lagi. Akhirnya seperti hari-hari lainnya, gua bersiap-siap, mandi dan sarapan, kemudian berangkat ke sekolah dengan diantar seperti biasanya. Dengan hujan di luar mobil dan iPod yang menyamankan telinga, gua pun kembali mengantuk seperti pagi-pagi lainnya (Biasanya setiap pagi dalam perjalanan ke sekolah, gua selalu tidur sambil mendengarkan iPod dan ketika terbangun sudah ada di parkiran sekolah). Namun, yang membuat pagi ini berbeda adalah ketika gua terbangun, gua merasa tidak mengenali daerah yang ada di luar. Setengah sadar, gua liat jam tangan yang hampir menunjukan jam 6.30 (Jam masuk sekolah). Ternyata benar saja, gua sedang lewat jalur alternatif akibat macet dan banjir dimana-mana. Siapa yang menyangka kalo hujan tadi pagi akan menyebabkan seperti ini? Awalnya gua sangat gelisah, takut dipulangkan dan gak bisa mengikuti ujian try out. Tepat 6.30, gua sampai di sekolah. Dengan lega dan perasaan diburu, gua pun berlari menerjang hujan menuju kelas. Awalnya, gua membayangkan saat gua masuk kelas dengan basah kuyup nanti, anak-anak lain mungkin sudah sibuk dengan soal dan lembar jawaban mereka. Ternyata gua salah besar, setiap kelas hampir belum terisi setengahnya. Banyak dari mereka yang belum hadir terjebak macet, atau bahkan kebanjiran di rumahnya. Gua bersyukur saat itu juga, hanya diberikan rintangan yang belum seberapa dibandingkan dengan yang lainnya. Ujian pun tertunda sampai kurang lebih 1 jam untuk menunggu kelas terisi setengah. Akhirnya, ujian pun terus berlanjut dan setelah selesai murid-murid dipulangkan (Seharusnya setelah ujian selesai, kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung), akibat banyak murid yang rumahnya kebanjiran dan disuruh pulang sebelum banjir semakin parah. Sungguh na'as jika mengingat ini adalah 80-sekian hari menjelang Ujian Nasional, namun banjir menghambat aktivitas sekolah. Semoga kondisi ini cepat berakhir.
Comments