Semuanya Dimulai
Berhubung bosen gak ada kerjaan, bangun tidur hujan masih awet. Mau kemana-mana juga gak bisa, yaudah deh bikin tulisan baru aja kali ya? Bermanfaat dikit. Jadi ceritanya gini, waktu itu, gua sempet terancam gak ikut Sommerkurs tahun ini dikarenakan status gua di Goethe-Institut masih waiting list alias bisa berangkat bisa juga gak berangkat, akhirnya gua urus sendiri Sommerkurs dari lembaga lain. Kebetulan di daerah Müngersdorf, Köln, Germany, masih ada Sprachschule buat musim panas nanti, namanya DID-Deutsch Institut. Berhubung orang tua emang support, tanpa pikir panjang langsung gua urus. Begitu udah dikonfirmasi sama pihak DID-nya, mulailah gua datang ke Kedutaan Jerman di Jakarta Pusat buat urus visa, undangan, asuransi, dan segala macem. Inilah bagian yang bisa dibilang paling ngerepotin, karena ya taulah gimana kedutaan, malah Kedutaan Jerman sebenernya masih lebih "baik" dibandingkan Kedutaan Amerika Serikat. Itulah kenapa kalo mau ke Amerika Serikat harus mikir lebih dari 2 kali, selain mahal juga males ngurus permohonan visanya. Setelah semuanya selesai, gua langsung beli tiket pesawat. Begitu hari H, keluarga pertama dan keluarga kedua (PPI) gua pun ikut mengantar ke bandara untuk melepas keberangkatan gua. Disitu gua sedikit rasa bangga, tapi juga sedih, bangga karena akhirnya mimpi terwujud juga dan sedih karena cuma sebulan haha gak deng, sedih karena harus meninggalkan mereka sebulan. Inilah beberapa foto saat mereka melepas gua:
Saat dilepas oleh keluarga
Kalo yang ini keluarga kedua alias PPI yang gak kalah setia sama keluarga asli gua :')


Comments