Seleksi AFS
Persis tanggal 1 Mei kemarin atau sekitar 5 hari yang lalu, gua merasakan keputusasaan yang benar-benar tidak diharapkan, mengingat terjadi di awal bulan yang gua harapkan akan memberi kebahagiaan seutuhnya untuk gua. Jauh dari ekspektasi gua, gua menemukan masalah di awal bulan ini berupa pesimis akan hasil tes AFS. Bukan hidup namanya kalo tanpa masalah, sesiap apapun gua dalam menghadapi sesuatu tapi kalo memang sudah jalannya ya masalah pasti akan datang. Tes seleksi AFS tahap pertama ada 3, yaitu pertama adalah Tes Pengetahuan Umum. Rasanya tidak kurang-kurang gua mencari informasi tentang hal-hal yang lagi hangat dibicarakan di seluruh dunia belakangan ini, tapi tetap saja dari 100 soal yang diberikan, gua hanya yakin menjawab 20 soal atau seperlimanya saja. Benar-benar pelemah mental untuk menjalani tes selanjutnya, tes kedua sendiri adalah Tes Bahasa Inggris. Tes ini sebenarnya merupakan tes seperti pemahaman kita akan kosa kata, tata bahasa, dan suatu wacana yang semuanya penuh menggunakan Bahasa Inggris, tidak beda jauh dengan ulangan Bahasa Inggris yang kita temui di sekolah. Tapi bisa menjadi susah sekali untuk kita berfikir, apalagi jika mental sudah turun duluan seperti yang gua alami, gua kehilangan konsentrasi akibat tes pertama tadi. Di kesempatan terakhir, gua benar-benar mencoba memberikan yang terbaik. Kakak kelas gua di 61 yang merupakan Alumni AFS 3 tahun lalu, Willy terus memberikan semangat dan motivasi melalui pesan teks. Akhirnya gua pun dapat mengerjakan tes terakhir dengan sangat baik, tes terakhir sendiri adalah berupa Essay dalam Bahasa Indonesia. Tes ini sepertinya untuk menggambarkan kepribadian setiap peserta. Sekarang tinggal waktunya untuk harap-harap cemas sampai tanggal 22 Mei, yaitu hari pengumuman kelulusan untuk lanjut ke tahap berikutnya. Gua akan terus berdoa untuk diberi kesempatan oleh Tuhan, semoga saja doa gua dijabah. Amin! :D
Comments