Mencoba Mengalahkan Diri Sendiri

SUngguh sesuatu yang langka gua jam segini gua sudah di rumah. Hari ini gua sudah benar-benar mau mengalahkan diri sendiri, yaitu mengalahkan kemalasan yang ada di dalam diri gua dengan semangat berangkat ke sekolah, tapi yang terjadi ketika gua sudah benar-benar semangat untuk menuntut ilmu, gua harus pergi meninggalkan kelas karena gua mengikuti lomba O2SN tingkat SMA se-Jakarta Timur. Gua lupa hari ini lombanya diadakan, harusnya gua berangkat dari rumah dengan persiapan, seperti sepatu, baju ganti, dan lain-lain, tapi ini gua benar-benar murni hanya persiapan untuk menuntut ilmu di kelas. Gua begitu yakin lombanya akan diundur, karena gua baru diberi latihan 1 kali dan katanya latihan keduanya akan diberitahu selanjutnya. Nyatanya, latihan kedua gak pernah ada, sampai akhirnya tiba-tiba gua harus berangkat ke Velodrome Rawamangun tanpa persiapan untuk lomba. Untungnya ada Unggul, jadi soal transportasi sudah pasti aman. Disana pun gua meminjam celana olahraga ke teman gua yang membawa. Sebenarnya bisa saja gua memakai celana pendek yang gua kenakan tadi, tapi setelah dipikir-pikir gua bisa kehilangan percaya diri kalo akan tetap nekat memakainya, karena warnanya pink. Kendala terakhir adalah sepatu. Gua sudah berusaha memecahkan masalah yang satu ini, sampai akhirnya kehabisan ide dan memutuskan untuk menyeker. Dimulailah tantangan baru pada hari ini, yaitu mengalahkan diri sendiri dalam konteks yang berbeda. Kalo di sekolah gua harus mengalahkan kemalasan gua, disini gua ditantang untuk melawan keterbatasan gua. Gua dipercaya untuk mewakili SMA 61 Jakarta dalam O2SN cabang atletik lompat jauh. Setelah beberapa waktu menungu, akhirnya datanglah giliran gua. Semua perserta diberi kesempatan untuk melompat 3 kali. Bermodal latihan dasar beberapa hari yang lalu, gua pun kerahkan segala yang gua mampu. Lompatan pertama gua dapat lompat sejauh 4,63 m, itu sama jauhnya ketika gua latihan. Sebenernya itu sudah hasil yang cukup baik untuk pemula seperti gua, tapi disini gua bukan bertanding melawan para pemula. Gua ditantang untuk memutar otak gimana gua bisa mengalahkan diri sendiri, menginjak asa dan rasa pesimis. Akhirnya, di lompatan kedua, dengan penuh keyakinan, gua berhasil melompat sejauh 4,69 m. Walaupun gak beda jauh, tapi gua bisa melompat 6 cm lebih jauh dari lompatan sebelumnya. Hasil yang gak begitu buruk mengingat banyak peserta yang diskualifikasi akibat gak bisa mengontrol diri. Sebenarnya peningkatan yang gua alami ini adalah progress yang sangat bagus bagi seorang pemula, tapi gua ingatkan sekali lagi bahwa lawan gua disini bukan para pemula. Akhirnya dilompatan ketiga, gua kerahkan segala yang gua mampu dan gua berserah akan hasilnya nanti kepada Tuhan, akhirnya gua dapat melompat sejauh 5,2 m. Gua cukup bangga dengan hasil ini, mengingat gua hanya latihan sekali dan itu pun hanya sebatas dasar lompat jauh. Setelah itu, gua mengambil bayaran dari sekolah untuk gua, karena telah berusaha mengharumkan nama sekolah, gua pun pulang, dan tinggal menunggu hasil dari yang gua lakukan. Kalau saja teknik saat melompat dihitung, gua optimis lolos ke tahap selanjutnya, karena gua melompat dengan cara yang benar, mengingat gua hanya latihan sekali, jadi gua gak berani keluar dari aturan atau membuat inovasi gaya baru, sementara para peserta lain yang sudah lebih berpengalaman malah sering melakukannya dengan caranya sendiri dan gak mengikuti aturan. Yang paling penting, hari ini gua mendapatkan belajar bagaimana cara untuk mengalahkan diri sendiri. Nanti jam 4 sore, gua harus kembali latihan futsal dengan tim futsal SMA 61 Jakarta, biasanya gua sangat malas untuk latihan, tapi mulai hari ini gua akan mencoba mengalahkan rasa malas itu!

Comments

igna said…
well done young fella (:

Popular posts from this blog

Hiburan di Akhir Liburan

Tanpa Tujuan

Selamat Ulang Tahun Kembali Sahabat-sahabatku