Mendadak Garuda
Walaupun Tim Nasional Indonesia lagi-lagi gagal menjadi juara dan berakhir sebagai runner-up di ajang Piala Asia Tenggara (The 2010 AFF Championship), tapi untuk kedua kalinya, Tim Nasional Indonesia berhasil menyihir semua masyarakat Indonesia menjadi mendadak suka sepak bola. Gua gak pernah segitu fanatiknya sama Tim Nasional Indonesia, tapi dibandingkan tahun ini, gua lebih acungin jempol buat Tim Nasional Indonesia pada tahun 2004, saat itu di bawah pelatih Peter White, karena gak ada pemain naturalisasi sama sekali. Modal semangat anak bangsa asli, ternyata kita juga bisa menjadi runner-up, apalagi ada pemain naturalisasi? Harusnya juara dong! Mungkin ada faktor kurang sportif juga sih dari pihak lawan di final leg pertama, tapi kita juga harus lihat, sekarang bukan mall lagi yang menjadi tempat favorit, bukan tempat rekreasi lagi yang menjadi pilihan, hampir semua orang berebut untuk masuk Stadion Utama Gelora Bung Karno, dengan mengenakan jersey kebanggaan dengan lambang Garuda di dada kiri. Dibandingkan dengan tahun 2004, sepertinya Tim Nasional Indonesia tahun ini lebih memiliki daya tarik, karena tahun 2004 mungkin hanya orang-orang yang suka sepak bola saja yang rela berdesak-desakan untuk menonton pertandingan, tapi lihat sekarang! Perempuan pun banyak yang melakukan hal serupa, mungkin pemain naturalisasi memiliki daya tarik yang kuat, sehingga orang-orang lebih tertarik untuk menyaksikan Tim Nasional Indonesia yang sekarang, dibandingkan Tim Nasional Indonesia tahun 2004 yang hanya punya skill, gua pikir. Well done, Tim Nasional Indonesia! Kalian berhasil menyihir kita menjadi lebih cinta sepak bola.
Comments